Hidup hanya sementara gerbang menuju kehidupan yang sebenarnya, maka janganlah hendaknya kita disibukkan oleh urusan dunia saja sampai kita menelantarkan ibadah kita untuk bekal kehidupan kelak diakhirat. Dan jangan sampai untuk kehidupan yang hanya beberapa tahun ini saja kita menghalalkan berbagai cara, memutuskan persaudaraan / ukhuwah islamiah dan jauh dari nilai-nilai syariat.
Kita sesama muslim bertikai hanya meributkan masalah keduniawian. Padahal diluar sana musuh kita tersenyum melihat kita dari luar arena, beradu mulut dan argumentasi. Lebih baik masing-masing kita introspeksi atau bermuhasabah, bagaimanakah kita, kepribadian kita, ibadah kita yang utama. Apakah sudah mencontoh nabi,? Apakah sudah bagus ibadah kita daripada kita sibuk mengorek-norek kejelekan saudara kita sendiri.
Sekarang dari lubuk hati yang paling dalam marilah kita saling memaafkan. Kita semua adalah mahluk Allah yang penuh dengan kekurangan, banyak kesalahan. Ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak. Kesalahan milik hambanya, kesempurnaan adalah milik Allah. Semoga Allah, swt memaafkan semua kesalahan dan kekhilafan kita. Amin.
Sekarang dari lubuk hati yang paling dalam marilah kita saling memaafkan. Kita semua adalah mahluk Allah yang penuh dengan kekurangan, banyak kesalahan. Ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak. Kesalahan milik hambanya, kesempurnaan adalah milik Allah. Semoga Allah, swt memaafkan semua kesalahan dan kekhilafan kita. Amin.








0 komentar:
Posting Komentar